Jumat, 31 Januari 2020

The Elbphilharmonie, senandung alunan Arsitektur yang Harmonis... [Analyzed by MKP - partofsharehere]


The Elbphilharmonie, senandung alunan Arsitektur yang Harmonis...

Jerman patut berbangga karena memiliki sebuah bangunan arsitekur yang salah satunya sangat spektakuler lebih tepatnya di Hamburg, yaitu The Elbphilharmonie Concert Hall. Berkat seorang arsitek yang mendesainnya, Herzog & de Meuron, The Elbphilharmonie ini adalah salah satu bangunan arsitektur yang khas berkonsep ruang konser terbesar dan memiliki akustik yang sangat canggih bahkan di seluruh dunia dengan ketinggian akhir 108 meter (354 kaki).
The Elbphilharmonie di Kaispeicher menandai lokasi yang diketahui sebagian besar orang di Hamburg, tetapi khusus untuk yang tidak pernah benar-benar memperhatikan. Sekarang telah dibangun dengan Concert Hall yang spektakuler, untuk menjadi pusat baru kehidupan sosial, budaya dan sehari-hari untuk orang-orang Hamburg dan untuk pengunjung dari seluruh penjuru dunia.
Di mulai dari eksteriornya, The Elbphilharmonie ini dibangun di atas site yang sebagian besar adalah air, jadi tapaknya sendiri dekat dengan tepi pantai. Hal ini menunjukkan bahwa concert hall ini berdiri di atas permukaan bidang yang sudah di urug hingga menjadi sebuah permukaan dan termasuk sebuah tempat yang nantinya akan dijadikan bangunan yang sangat penting. Biasanya, kesan penting atau sakral dan khusus ini dibangun diatas bidang datar yang ditinggikan atau diangkat. Hasil dari pengangkatan bidang ini sudah menjadi bidang khusus dalam sebuah lingkungan spasial yang lebih besar, karena lebih tinggi dari bidang dasar bangunan yang ada di sekitarnya. Peninggian pada bidang ini tidak hanya dimaksudkan untuk mengkhususkan bangunan namun juga berarti sebagai bentuk penegasan batasan area disekeliling atau di sekitar tepi bangunan, sehingga bagian bawah superstruktur juga memiliki dinamika ekspresif, seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.


Mulai memasuki bentuk bangunannya, sebuah bahan kaca dari material yang baru banyak menimbulkan pelbagai persepsi yang berbeda-beda. Ada yang pertama kali melihatnya seperti atap layar sirkus yang diangkat, ada yang berpikiran seperti gelombang air dan ada yang melihatnya ibarat jejak kaki di tepi pantai atau pasir laut bekas sapuan pantai, hingga ada yang menyerupai layar mengangkat. Kekreatifan sang Arsitek telah berhasil menimbulkan banyak sekali persepsi yang berbeda-beda setiap orang, dan wujud bentuk bangunan yang menimbulkan persepsi adalah seperti gambar dibawah.

Bangunan The Elbphilharmonie ini juga berawal dari sebuah bentuk geometri yaitu persegi panjang lalu mengalami artikulasi bidang menjadi segitiga sama siku atau berbentuk mirip seperti trapesium, dengan artian yang bangunan awalnya berbentuk persegi panjang lalu di potong atau di cut menjadi segitiga sama siku atau trapesium. Kurang lebih proses artikulasinya seperti contoh sederhana dibawah ini.


Memasuki konstruksi bangunannya, menyerupai layar yang terangkat, atau seperti gelombang air, gunung es, ataupun bongkahan kristal, Arsitek sengaja mendesain seperti ini agar lebih menyatu dengan alam. Seperti yang kita ketahui bahwa bangunan ini berdiri diatas elemen air yang diratakan oleh sebuah bidang yang ditinggikan. Tentu kesan atau konsep harmonis melekat pada bangunannya, dan agar lebih menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Bentukan yang seperti ini duduk diatas atau diletakkan di atas bangunan yang memiliki konsep formal dan mengandung elemen-elemen geometris. Hal ini yang menjadikan bangunan ini lebih spesial karena berhasil menyatukan dua konsep yaitu konsep formal dan konsep harmonis menyatu dengan alam. Perbedaan dari dua konsep yang menyatu bisa dilihat dari gambar di bawah ini.


Sedangkan pada bagian fasadnya, terbuat dari fasad kaca yang terdiri dari sebagian panel melengkung, beberapa di antaranya diukir terbuka sehingga mengubah bangunan baru, bertengger di atas ibarat menjadi kristal raksasa berwarna-warni yang penampilannya terus berubah ketika menangkap pantulan langit, air dan kota. Pantulannya menimbulkan irama dan keharmonisan karena menampilkan refleksi dari lingkungan sekitarnya, pantulannya dapat dilihat di gambar dibawah ini.


Beralih ke interiornya, dalam bangunan The Elbphilharmonie ini jelas sekali tampak bagian tepi area mana saja yang terbentuk dengan jelas kemenerusan visualnya. Tidak hanya terlihat penekanan visualnya namun juga terlihat kemenerusan spasialnya yang masih dipertahankan, bahkan kedua faktor kemenerusan ini adalah hal yang sangat penting dalam sebuah bangunan khususnya concert hall. Gunanya selain untuk memperkuat konsep, kegunaan yang utama yaitu kenyamanan thermal di dalam sebuah bangunannya. Tentu dengan diaplikasikannya kemenerusan visual dan kemenerusan spasial yang baik akan membuat akses fisik menjadi mudah terpenuhi atau digapai. Dengan contoh nyata tangga dan bagian-bagian yang ditinggikan memerkuat konsep continuitynya, akses fisik seperti tangga atau ramp yang diterapkn dalam interiornya juga sangat harmonis tapi tetap continuity. Kemenerusan ini bisa dilihat jelas pada gambar dibawah ini.


Bagian detail-detail yang menunjang terciptanya sebuah konsep yang harmonis yaitu pada bagian eskalatornya.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar