The Elbphilharmonie,
senandung alunan Arsitektur yang Harmonis...
Jerman
patut berbangga karena memiliki sebuah bangunan arsitekur yang salah satunya
sangat spektakuler lebih tepatnya di Hamburg, yaitu The Elbphilharmonie Concert
Hall. Berkat seorang arsitek yang mendesainnya, Herzog
& de Meuron, The Elbphilharmonie ini adalah salah
satu bangunan arsitektur yang khas berkonsep ruang konser terbesar dan memiliki
akustik yang sangat canggih bahkan di seluruh dunia dengan ketinggian akhir 108
meter (354 kaki).
The
Elbphilharmonie di Kaispeicher menandai lokasi yang diketahui sebagian besar
orang di Hamburg, tetapi khusus untuk yang tidak pernah benar-benar
memperhatikan. Sekarang telah dibangun dengan Concert Hall yang spektakuler, untuk
menjadi pusat baru kehidupan sosial, budaya dan sehari-hari untuk orang-orang
Hamburg dan untuk pengunjung dari seluruh penjuru dunia.
Di
mulai dari eksteriornya, The Elbphilharmonie ini dibangun di atas site yang
sebagian besar adalah air, jadi tapaknya sendiri dekat dengan tepi pantai. Hal
ini menunjukkan bahwa concert hall ini berdiri di atas permukaan bidang yang
sudah di urug hingga menjadi sebuah permukaan dan termasuk sebuah tempat yang
nantinya akan dijadikan bangunan yang sangat penting. Biasanya, kesan penting
atau sakral dan khusus ini dibangun diatas bidang datar yang ditinggikan atau
diangkat. Hasil dari pengangkatan bidang ini sudah menjadi bidang khusus dalam
sebuah lingkungan spasial yang lebih besar, karena lebih tinggi dari bidang
dasar bangunan yang ada di sekitarnya. Peninggian pada bidang ini tidak hanya
dimaksudkan untuk mengkhususkan bangunan namun juga berarti sebagai bentuk
penegasan batasan area disekeliling atau di sekitar tepi bangunan, sehingga bagian
bawah superstruktur juga memiliki dinamika ekspresif, seperti yang ditunjukkan
pada gambar dibawah ini.
Mulai
memasuki bentuk bangunannya, sebuah bahan kaca dari material yang baru banyak
menimbulkan pelbagai persepsi yang berbeda-beda. Ada yang pertama kali
melihatnya seperti atap layar sirkus yang diangkat, ada yang berpikiran seperti gelombang air dan ada yang melihatnya ibarat jejak kaki di tepi pantai atau
pasir laut bekas sapuan pantai, hingga ada yang menyerupai layar mengangkat.
Kekreatifan sang Arsitek telah berhasil menimbulkan banyak sekali persepsi yang
berbeda-beda setiap orang, dan wujud bentuk bangunan yang menimbulkan persepsi
adalah seperti gambar dibawah.
Bangunan
The Elbphilharmonie ini juga berawal dari sebuah bentuk geometri yaitu persegi
panjang lalu mengalami artikulasi bidang menjadi segitiga sama siku atau
berbentuk mirip seperti trapesium, dengan artian yang bangunan awalnya
berbentuk persegi panjang lalu di potong atau di cut menjadi segitiga sama siku
atau trapesium. Kurang lebih proses artikulasinya seperti contoh sederhana
dibawah ini.
Memasuki
konstruksi bangunannya, menyerupai layar yang terangkat, atau seperti gelombang
air, gunung es, ataupun bongkahan kristal, Arsitek sengaja mendesain seperti
ini agar lebih menyatu dengan alam. Seperti yang kita ketahui bahwa bangunan
ini berdiri diatas elemen air yang diratakan oleh sebuah bidang yang
ditinggikan. Tentu kesan atau konsep harmonis melekat pada bangunannya, dan
agar lebih menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Bentukan yang seperti ini
duduk diatas atau diletakkan di atas bangunan yang memiliki konsep formal dan
mengandung elemen-elemen geometris. Hal ini yang menjadikan bangunan ini lebih
spesial karena berhasil menyatukan dua konsep yaitu konsep formal dan konsep
harmonis menyatu dengan alam. Perbedaan dari dua konsep yang menyatu bisa
dilihat dari gambar di bawah ini.
Sedangkan
pada bagian fasadnya, terbuat dari fasad kaca yang terdiri dari sebagian panel
melengkung, beberapa di antaranya diukir terbuka sehingga mengubah bangunan baru,
bertengger di atas ibarat menjadi kristal raksasa berwarna-warni yang
penampilannya terus berubah ketika menangkap pantulan langit, air dan kota. Pantulannya
menimbulkan irama dan keharmonisan karena menampilkan refleksi dari lingkungan
sekitarnya, pantulannya dapat dilihat di gambar dibawah ini.
Beralih
ke interiornya, dalam bangunan The Elbphilharmonie ini jelas sekali tampak
bagian tepi area mana saja yang terbentuk dengan jelas kemenerusan visualnya.
Tidak hanya terlihat penekanan visualnya namun juga terlihat kemenerusan
spasialnya yang masih dipertahankan, bahkan kedua faktor kemenerusan ini adalah
hal yang sangat penting dalam sebuah bangunan khususnya concert hall. Gunanya
selain untuk memperkuat konsep, kegunaan yang utama yaitu kenyamanan thermal di
dalam sebuah bangunannya. Tentu dengan diaplikasikannya kemenerusan visual dan
kemenerusan spasial yang baik akan membuat akses fisik menjadi mudah terpenuhi
atau digapai. Dengan contoh nyata tangga dan bagian-bagian yang ditinggikan
memerkuat konsep continuitynya, akses fisik seperti tangga atau ramp yang
diterapkn dalam interiornya juga sangat harmonis tapi tetap continuity.
Kemenerusan ini bisa dilihat jelas pada gambar dibawah ini.
Bagian
detail-detail yang menunjang terciptanya sebuah konsep yang harmonis yaitu pada
bagian eskalatornya.















































