Senin, 17 Desember 2018

Nongkrong Asyik di Kafe Vintage-Minimalist Jakarta

   Destinasi tempat nongkrong asyik kali ini adalah Cliq Coffee and Kitchen, terletak di area yang padat penduduk tidak menyurutkan pengelola kafe ini berpindah haluan. Salah satu penyumbang kafe hits di Jakarta Selatan ini memiliki design bangunan interior yang tidak kalah menarik dengan kafe-kafe hits lainnya. 


   Kafe seluas 200 meter persegi ini terdiri dari 2 lantai, termasuk area indoor dan outdoor. Tempat ini sangat cocok untuk sharing santai hingga menikmati secangkir kopi. Meskipun luasan terbatas tetapi dengan renovasi yang unik memberikan kesan luas, organisasi ruang disusun lebih efisien dengan tetap mempertahankan pencahayaan alami, sehingga suasana tetap terang dan ringan.


   Mengingat kekurangan dari kafe ini adalah lahan yang terbatas, designer selalu mempunyai strategi untuk mengatasinya. Pola lengkungan diterapkan pada langit-langit dalam ruangan agar terkesan luas dan tidak monoton. Geometri lengkungan diadaptasi dari arsitektur klasik sebagai elemen pemersatu dalam bangunan.


   Bentuk lengkungan disusun berderet memanjang dari interior hingga ke fasad bangunan. Pada fasad bangunan, pemilihan warna hijau muda yang terkesan soft dan peach yang sangat lembut semakin memperkuat karakter setiap geometri lengkungan, sedangkan warna putih sebagai elemen warna pemersatu.


   Motif dari material bar itu sendiri menjadikan titik fokus pada interior ruangan ini. Furniture memakai material alam yaitu kayu, sebagai penyeimbang geometri yang datar dengan memberi kesan lebih hangat terhadap ruangan. 


   Memasuki lantai 2, terdapat ruang terbuka nan asri. Didukung dengan pemakaian furniture unik memperkuat gaya vintage pada bagian ini. Fasad didominasi warna putih, berfungsi untuk penetral cahaya matahari agar tidak langsung terserap oleh bangunan. Ditambah dengan vegetasi yang menyempurnakan view dari luar maupun dari dalam bangunan.

source: https://www.archdaily.com/906889/cliq-coffee-studio-kota

Bersantai Dalam Rumah Bernuansa Hutan Tropis

   Dewasa ini, konservasi alam datang dari masyarakat yang berusaha dekat dengan alam istilahnya adalah 'Back to Nature'. Mengingat banyak lahan hijau yang semakin sedikit akibat pembangunan yang semakin berkembang, berawal dari itulah menghasilkan ide untuk membuat sebuah hunian yang berkonsep Forest House. Berikut ini adalah salah satu contoh lahan hijau yang dimanfaatkan untuk hunian ramah lingkungan yakni Studio Miti yang berada di Thailand.


   Tempat ini dibangun diatas lahan yang sama sekali tidak perlu menebang pohon, dilihat dari orientasi denah yang tidak beraturan namun tetap elok dipandang, pohon-pohon tumbuh disekitarnya. Terdapat 4 bangunan, yang masing-masing memiliki 5 ruang, yakni teras, lorong, kamar tidur, kamar mandi, dan area terbuka hijau.

 

   Pada awalnya mereka mendesain 4 rumah ini masing-masing 1,2 meter diatas permukaan tanah dan setiap rumah berhubungan dengan teras. Tetapi, pada saat pembangunan, mereka  menyesuaikan tinggi dari pepohonan disekitar lahan. Jadi masing-masing 4 hunian ini mempunyai ketinggian bangunan yang berbeda-beda karena menyesuaikan dengan tinggi pepohonan di sekitarnya.


   Pada setiap sisi hunian, memiliki letak teras yang berbeda-beda, ini bertujuan untuk menyesuaikan view on point pada masing-masing sudut hunian agar bisa memaksimalkan pandangan mereka. Begitu juga dengan area terbuka hijau, perletakan yang sesuai pada tempatnya juga berpengaruh dengan pertumbuhan vegetasi dilihat dari kecukupan untuk mendapatkan sinar matahari dan juga mempertahankan keindahan view ke dalam hunian.


   Material yang digunakan juga sangat ramah lingkungan, yaitu memakai kayu sebagai material utama. Konsep hunian panggung seperti ini memang sangat cocok diterapkan pada semi hutan seperti ini. Selain itu, mereka juga mengadaptasi dari hunian tradisional zaman dahulu, dimana rumah panggung dibangun selain memiliki nilai-nilai kepercayaan terhadap leluhur, juga untuk menghindari binatang buas, reptil liar dan mematikan.


   Struktur panggung juga dinilai sangat efektif diterapkan pada hunian untuk menghindari terjadinya gempa bumi. Struktur panggung yang kokoh dapat melindungi penghuni sehingga konsep seperti ini banyak ditemukan di tempat-tempat yang rawan terjadi gempa.

source: https://www.archdaily.com/875884/forest-house-studio-miti/?ad_source=myarchdaily&ad_medium=bookmark-show&ad_content=current-user

Jumat, 07 Desember 2018

Menjelajahi Tropical House Dari Kolaborasi Duo Architects

   Bangunan bernuansa tropis banyak dijumpai di Indonesia, salah satunya adalah DL House karya Arsitek Don Pieto dan Henny Suwardi. Rumah yang dibangun di daerah pemukiman di Jakarta ini menempati lahan seluas kurang lebih 337.5m2 dan selesai dibangun pada tahun 2017 silam.


   Berbeda dengan rumah-rumah disekitar proyek ini, yang sebagian besar disesuaikan dengan gaya Mediterania, rumah ini didesain khusus untuk mewakili generasi milenial agar lebih tertarik pada konsep modern tetapi tidak lepas dari kealamian dan nuansa tropis.


   Organisasi ruang pada rumah ini memang cukup sederhana untuk pasangan muda yang sudah memiliki anak, rumah ini terdiri dari ruang tamu, kamar tidur utama, kamar tidur anak, kamar tidur tamu, dapur, kamar mandi luar, ruang bersantai. Karena Client tidak menyukai konsep tertutup atau close space, maka dibuatlah seperti konsep Open Space bernuansa tropis yang elok dipandang. Kolam dangkal mengelilingi permukaan bertujuan untuk menurunkan suhu rumah pada siang hari.


   Ide dasar dari desain rumah ini adalah untuk menciptakan sebuah ruang dimana penghuni rumah dapat merasakan nuansa alami tetapi tetap dapat menikmati fasilitas kontemporer nan modern. 


   Rumah ini terdiri dari 3 lantai, untuk lantai pertama terdapat garasi, area servis, ruang terbuka hijau kecil atau taman yang menyambung hingga ke lantai dua. Masuk ke lantai 2, terdapat ruang tamu dan ruang serbaguna yang bisa dijadikan ruang santai, menonton TV, dan diskusi atau sharing. Menuju lantai 3, terdapat kamar tidur utama, kamar tidur anak, dan kamar tidur tamu.


   Penghuni rumah bisa merasakan energi positif yang mengalir ke seluruh ruangan, mereka bisa menikmati tetesan air dan suara gemericik air yang mengalir, menghirup udara segar, melihat tanaman hijau, bisa menapaki bebatuan alam yang dingin dan menjejaki parquet kayu yang hangat. Dengan begitu, indera-indera akan bangkit dan merasakan energi positif dari konsep rumah ini.


   Ruangan yang Open Space tanpa banyak penghalang juga mendukung konsep Sustainable. Dengan adanya kisi-kisi pada plafon membantu cahaya matahari masuk sedikit demi sedikit dengan sangat apik dan arsitektural yang menghasilkan pola bayangan berbeda setiap harinya. 


   Perpaduan palet warna yang sederhana, yakni warna alami dari material itu sendiri, sangat apik dan selaras dipadukan dengan warna putih bersih pada tembok. Warna gelap dari bebatuan alami juga menciptakan kesan monochrome dengan details facade, dipadu dengan perletakan vegetasi yang seimbang sebagai pelengkap interior.

 source: https://www.archdaily.com/899790/dl-house-dp-plus-hs-architects

Kamis, 06 Desember 2018

Menelusuri Tempat Bermain Edukatif Di Gilching

   Di tepi kota Gilching-Jerman dibangunlah sebuah konstruksi bangunan (kayu solid) yang menyediakan tempat penitipan anak, yang terletak diantara kebun dan ladang di Fraunwiesenweg, dirancang oleh seorang Arsitek yaitu Hirner dan Riehl asal Jerman. Bangunan ini terdiri dari dua bagian yang dihubungkan dengan foyer yang luas. Pintu masuk yang terletak dipusat kompleks yang memisahkan bagian batita, balita sampai anak-anak, dan area komunitas. Berikut adalah denahnya,


   Dilihat dari segi fungsional, ruangan-ruangan sudah mewakili inti bangunan yang dirancang untuk interaksi sosial, percakapan, dan saling bertukar pikiran. Dipusat ruangan terdapat fasilitas untuk batita, balita dan anak-anak.


   Perpaduan warna lantai merah dan penggunaan lantai parquet memberikan kesan yang nyaman, warna merah untuk menstimulasi balita dan anak-anak agar semakin berinteraksi, semangat dan berani. Sedangkan penggunaan lantai parquet pada gambar dibawah ini menunjukkan kesan yang hangat dan nyaman, bisa dipakai untuk semua usia.


   Sebuah dinding balkon didesain berlubang dipasang selain untuk pengaman yaitu bertujuan untuk membantu perkembangan keterampilan motorik yang mendorong mereka untuk aktif bermain yang beraneka ragam dan imajinatif.


   Kamar mandi anak-anak terletak dibelakang, diantara zona penyangga ruang isolasi pipa. Jika dilihat dari luar tampak tertata dan sangat arsitektural.


   Sehingga, bangunan ini dapat mewujudkan sekumpulan ruangan dengan konsep bebas, nyaman, interaktif dan didedikasikan untuk beragam kegiatan dan mengakomodasi kebutuhan individu setiap anak-anak.

source: